SeputarJombang.com– Mentari pagi baru saja menampakkan sinarnya, ketika itu pun satu per satu narapidana keluar dari blok tahanan. Mengenakan baju muslim sederhana dan peci putih, para napi berjalan menuju lapangan dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Jombang.
Hari itu, Jumat (6/6/2025) pagi menjadi momen spesial. Adalah melaksanakan salat Idul Adha 1446 Hijriah. Namun, di balik kekhidmatan itu, suasana haru tak bisa disembunyikan.
Dengan kondisi overkapasitas yang sudah berlangsung bertahun-tahun, lapas yang seharusnya hanya menampung 250 orang kini dihuni oleh lebih dari 800 narapidana. Tak ada ruang yang benar-benar lapang. Sehingga para warga binaan harus berdesakan dibalik jeruji tahanan.
Maulana Syarif Ahmad (37) merupakan salah satu warga binaan lapas setempat. Pria asal wilayah Kecamatan Kesamben, Jombang ini mengaku sudah tiga tahun merayakan Idul Adha dari balik jeruji.
Tangisnya tak terbendung dikatakan, ketika mendengar suara takbir bergema. Tiada lain yang dirindukan, kebersamaan dengan keluarganya. Hanya saja, sementara ini ia harus mendekap dibalik jeruji penjara lantaran kasus narkoba.
“Sedih dan rindu sekali. Biasanya Idul Adha saya rayakan bersama istri dan anak. Tapi sekarang harus sendiri, di sini. Tapi saya percaya, dua tahun lagi saya bisa pulang. Saya ingin mulai hidup baru dan tidak akan mengulangi lagi,” ucap Ahmad, usai menjalani sembahyang lebaran.
Berdasarkan pantauan di lokasi, rasa haru juga dirasakan oleh banyak napi lainnya. Meskipun dalam keterbatasan, mereka tetap menjalani ibadah dengan antusias dan penuh kekhidmatan. Tak sedikit yang tampak menahan tangis saat khatib membacakan khutbah tentang pengorbanan, keikhlasan, dan harapan.
Di Balik Keterbatasan Lapas Kelas II B Jombang

Kepala Lapas Kelas IIB Jombang, M. Ulin Nuha, mengakui kondisi overkapasitas yang cukup parah. “Saat ini kami menampung 811 warga binaan. Artinya sudah melebihi 200 persen dari kapasitas normal,” jelasnya.
Namun, kata Ulin, pihaknya tetap berusaha memberikan pelayanan terbaik, terutama di momen hari besar keagamaan. Salat Idul Adha digelar dengan pengamanan dan pengaturan maksimal, agar semua berjalan tertib dan aman.
Tak hanya itu, suasana Idul Adha di lapas juga diramaikan dengan penyembelihan hewan kurban. Tahun ini, lapas menerima satu ekor sapi dari Bupati Jombang serta sebelas kambing dari para sohibul kurban.
“Daging kurban nanti akan kita bagikan kepada para narapidana dan juga petugas lapas. Ini jadi momen untuk berbagi, merenung, dan memperbaiki diri,” tambahnya.
Penulis : Dandy Angga












