JOMBANG, SeputarJombang.com – Suasana di Aula 1 Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang tampak berbeda pagi itu, Kamis (10/7/2025) siang. Ratusan kepala sekolah dan operator dari berbagai penjuru Jombang berkumpul, bukan untuk seminar atau pelatihan biasa, melainkan untuk memastikan bahwa tak ada satu rupiah pun dana pendidikan yang salah sasaran.
Mereka datang membawa data. Data tentang siswa, ruang kelas, jumlah rombongan belajar, hingga kebutuhan operasional sekolah. Semua ditelaah, diverifikasi, dan divalidasi ulang dalam rangkaian kegiatan validasi data Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) untuk jenjang SD negeri dan swasta.
“Ini bukan sekadar formalitas atau rutinitas tahunan. Ini tentang masa depan anak-anak kita, tentang memastikan setiap sekolah benar-benar mendapatkan dana sesuai kebutuhannya” ujar Abdul Majid, Sekretaris Disdikbud Jombang.
Di balik layar, kerja para operator sekolah sering kali luput dari sorotan. Mereka adalah para penjaga akurasi data, yang menjadi fondasi bagi setiap keputusan kebijakan pendidikan.
Tanpa data yang tepat, sulit bagi pemerintah untuk menyalurkan bantuan dengan adil dan efektif. Bagi Sutrisno, operator SDN di Kecamatan Mojowarno, kegiatan validasi ini adalah momen penting.
“Kami harus benar-benar detail. Satu kesalahan kecil bisa berdampak pada pencairan dana. Apalagi sekarang sistemnya makin ketat, semua terhubung secara digital,” ujarnya sambil menunjukkan data siswa di laptopnya.
Validasi BOSP ini tidak hanya menyentuh aspek teknis. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi cerminan komitmen pemerintah daerah dalam membangun budaya tertib administrasi di lingkungan sekolah. Sebab, pengelolaan dana pendidikan bukan hanya soal anggaran, melainkan juga soal tanggung jawab moral.
Proses validasi dilakukan secara berlapis, data diunggah secara digital, lalu diverifikasi secara manual oleh tim Disdikbud Kabupaten Jombang.
“Tujuannya satu, agar bantuan pemerintah benar-benar berdampak. Kita ingin kualitas pendidikan dasar di Jombang meningkat, bukan hanya di atas kertas, tapi terasa di ruang-ruang kelas,” tambah Abdul Majid.
Disdikbud Jombang sendiri terus mendorong pendampingan terhadap sekolah agar dana BOSP tak hanya tepat sasaran, tetapi juga digunakan secara efisien dan transparan.
“Dalam jangka panjang, ini diharapkan bisa menjadi pondasi untuk sistem pendidikan yang lebih baik, lebih adil, dan lebih berkualitas,” pungkasnya.(*)
Editor : Dandy Angga












