Keseruan Generasi Z Belajar Merawat Warisan Budaya di Workshop Disdikbud Jombang

Tampak suasana whorkshop kebudayaan yang di gelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang.

JOMBANG, SeputarJombang.com – Suasana pagi di Gedung Kesenian Jombang, Rabu (13/8/2025) tampak berbeda. Deretan kursi tertata rapi menghadap panggung, layar proyektor memancarkan foto-foto peninggalan bersejarah Jombang, mulai dari situs cagar budaya hingga dokumentasi tarian tradisional.

Puluhan siswa berseragam sekolah tampak memenuhi ruangan. Mereka duduk berkelompok sambil membuka buku catatan, ada pula yang sibuk memotret materi lewat ponsel. Peserta datang dari berbagai sekolah, di antaranya SMA Negeri 1, SMA Negeri 3, SMKN 1 dan 2, SMA PGRI 1 dan 2, hingga MAN 1 Jombang. Masing-masing didampingi guru pendamping.

Mereka mengikuti Workshop Pengenalan Warisan Budaya Jombang yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang selama dua hari, 13–14 Agustus 2025.

Baca Juga : Kapolres Jombang Berikan Beasiswa kepada Putra-Putri Pegawai Negeri Pada Polri yang Berprestasi

Acara dibuka Plh. Kepala Disdikbud Kabupaten Jombang, Wor Windari, yang diwakili Pamong Budaya Muda, Anom Antono. Dalam sambutannya, Anom mengajak generasi muda untuk memahami sejarah, tradisi, dan nilai-nilai lokal yang ada di daerah mereka.

“Ambil ilmu sebanyak-banyaknya dari narasumber yang sudah kita siapkan. Kami berharap para pelajar ini kelak bisa meneruskan dan mencintai budaya lokal,” ujarnya.

Selama dua hari, peserta mendapatkan berbagai materi, di antaranya Peran Generasi Z dalam Preservasi Budaya Tak Benda Secara Digital, Melongok Pusaka Budaya Jombang, dan Pelestarian Cagar Budaya di Jombang untuk Generasi Masa Depan.

Narasumber yang dihadirkan berasal dari Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI Jawa Timur serta sejumlah budayawan lokal. Penyampaian materi dikemas interaktif, sehingga siswa tak hanya mendengar paparan, tetapi juga diajak berdiskusi.

Baca Juga : DWP Disdikbud Jombang Gelar Jalan Sehat Kemerdekaan, Libatkan Ratusan Peserta

Di salah satu sesi, sejumlah pelajar tampak antusias bertanya soal cara memanfaatkan media sosial untuk mempopulerkan tarian tradisional dan kuliner khas Jombang. Anom mengatakan, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Disdikbud Jombang untuk menguatkan identitas budaya di tengah gempuran arus modernisasi.

“Kalau kita tidak peduli, warisan itu akan hilang. Tapi kalau kita merawat, dia akan hidup selamanya,” tegasnya.

Menjelang siang, terik matahari mulai terasa di luar gedung. Namun, semangat para siswa di dalam ruangan tetap tinggi. Bagi mereka, warisan budaya bukan sekadar kisah masa lalu, melainkan bagian dari masa depan yang ingin terus mereka jaga dan wariskan.(Dian)

Editor : Dandy Angga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *