SeputarJombang.com – Kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) Kosgoro 2 Kudu Jombang akui anggaran rehab di sekolahnya sebesar 600 juta dan bersumber dari anggaran APBN Tahun 2026 untuk rehab lima ruang dan satu toilet.
Menurutnya, dengan anggaran 600 juta itu untuk merehab gedung tersebut ia juga terpaksa harus menggadaikan BUku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) miliknya sebagai biaya tambahan.
“600 juta (untuk rehap 5 ruang dan satu toilet). Sumber anggaran APBN. Sebetulnya cuman plavon dan lantai, tapi berhubung atapnya ambruk terpaksa atap perlu diperbaiki. Waktu itu masih terlihat baik di bongkar rusaknya akhirnya ya ngadekno BPKB mas,” tulisnya melalui pesan whatsapp saat di konfirmasi. Jumat (28/8/2026) sore.
Baca Juga : Diduga Ada Penyimpangan, LSM JRPK Akan Laporkan Rabat Beton Desa Bangsri Ke APH
Diberitakan sebelumnya, Transparansi anggaran dalam proyek rehabilitasi Sekolah Menengah Atas (SMA) Swasta Kosgoro 2 Kudu, Jombang dipertanyakan.
Pasalnya, dalam proses pembangunan rehab gedung Sekolah Menengah Atas (SMA) Kosgoro 2 Kudu Jombang tanpa papan informasi proyek, sehingga dinilai kurang dalam proses transparansi anggaran. Selain itu, patut diduga melanggar Undang Undang (UU) Keterbukaan Informasi Publik (KIP).
Sementara itu, Sujarwanto selaku kepala sekolah SMA Kosgoro 2 Kecamatan Kudu, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, saat dikonfirmasi perihal tersebut dirinya berkilah jika papan informasi pekyek tersebut sudah dipasang namun diambil orang.
“Papan nama kemarin saya pasang berupa bener tapi di ambil orang, Sumber anggaran APBN, Betul, 600 jt ( untuk rehab 5 ruang dan satu toilet,” tulisnya melalui pesan whatsapp, saat dikonfirmasi. Jum’at (28/8/2026) pukul 17.39 WIB.
Masih lanjut Sujarwanto, dengan anggaran 600 juta tersebut awalnya hanya dipergunakan untuk rehap lantai dan plavon saja, namun mengembang ke atap dan kuda kuda.
Baca Juga :Tanpa Papan Proyek, Transparansi Anggaran Proyek Rehab SMA Kosgoro 2 Kudu Jombang Dipertanyakan
“Sebetulnya cuma plavon dan lantai tapi berhubung , atapnya ambruk terpaksa atap perlu di perbaiki , mungin kalau ada jalan keluar dengan atap ambruk mas.Waktu itu masih terlihat baik di bongkar rusaknya akhiri ya ngadekno bpkb mas. Swasta kate piye maneh anggaran terbatas. La pancen gedung sejak 1969 ndak pernah di rehab,” lanjutnya.
Saat disinggung terkait aitem apa saja yang dikerjajan masing masing dari 5 ruang tersebut, dirinya mwrinci jika per ruangan yang direhap meliputi rehap aitem lantai, plavon, atap dan kuda kuda.
“Atap ganti kuda kuda, La waktu di ambil kuda-kudanya ambruk, Akhire nyarikan duwit buat atap, Beda dengan negeri mas pembangunan sudah terencana , kita swasta kan sak dapatnya saja, penguatan dinding , plavon , lantai , perbaikan pintu, kurang satu sulam kuda kuda. Penguatan dinding termasuk peninggian Untuk lantai peninggian lantai, Atapnya , sulam atap,” pungkasnya.(*)
Penulis : Dandy Angga











