MOJOAGUNG,SeputarJombang.com – Seorang pria pelaku begal payudara diamuk warga setelah ketahuan melakukan aksi tak senonoh terhadap perempuan yang sedang jogging di kawasan Mojoagung, Jombang. Pelaku ditangkap di Terminal Mojoagung usai terekam CCTV saat beraksi.
Pelaku diketahui bernama Mochammad Dany (29), warga Dusun Catak Gayam Selatan, Desa Catak Gayam, Kecamatan Mojowarno, Jombang. Ia sempat jadi bulan-bulanan warga sebelum akhirnya diamankan polisi.
Kapolsek Mojoagung Kompol Yogas menjelaskan, peristiwa pelecehan itu terjadi pada Minggu pagi, 8 Juni 2025 sekitar pukul 07.00 WIB. Korban berinisial AHD (27), warga Dusun Ngemplak Utara, Desa Mojotrisno, saat itu tengah jogging di sepanjang Jalan Raya Mojotrisno.
“Korban dilecehkan saat melintas di jembatan Dusun Subontoro. Pelaku memegang payudara sebelah kanan korban dari belakang lalu kabur ke arah barat,” jelas Kompol Yogas kepada wartawan, Minggu (13/7/2025) tadi malam.
Aksi bejat pelaku terekam kamera CCTV di sekitar lokasi. Wajahnya pun dikenali warga dari rekaman yang beredar.
Hingga akhirnya pada Minggu sore, 13 Juli 2025 sekitar pukul 18.30 WIB, pelaku terlihat mondar-mandir di Terminal Mojoagung. Warga yang mengenalinya langsung mengejar dan menangkapnya.
Emosi warga tak terbendung. Dany sempat dihajar hingga mengalami luka di wajah dan kepala. Beruntung, Bhabinkamtibmas dan perangkat desa sigap mengevakuasi pelaku ke Balai Desa Mojotrisno.
“Pelaku kemudian kami bawa ke Polsek Mojoagung untuk diperiksa lebih lanjut,” tambah Yogas.
Dari hasil penyelidikan, pelaku ternyata sudah tiga kali melakukan aksi serupa. Namun pihak keluarga menyampaikan bahwa Dany mengalami gangguan jiwa dan depresi sejak lama.
Meski sempat bikin heboh, kasus ini akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan. Keluarga korban menerima permintaan maaf pelaku dan sepakat menyelesaikan kasus lewat jalur Restorative Justice.
“Proses RJ dilakukan di Balai Desa Mojotrisno dan disaksikan kepala desa, keluarga pelaku dan korban, serta ketua RW,” pungkas Yogas.
Polisi tetap mencatat kejadian ini dan meminta keluarga pelaku memberikan pengawasan lebih ketat terhadap kondisi kejiwaannya agar tidak terulang di kemudian hari.(Iq/ddy)
Editor : Dandy Angga












