Razia Kost di Peterongan Jombang, Diduga Hanya Formalitas

Tampak petugas Sat Pol PP saat merazia kamar kost di Kecamatan Peterongan Jombang. (Foto : Sat Pol PP Jombang for SeputarJombang.com / Dandy Angga)

PETERONGAN, SeputarJombang.com– Sebuah rumah kost di wilayah Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, diduga menjadi tempat praktik prostitusi terselubung. Razia dilakukan oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jombang pada Jumat (25/5/2025) malam.

Namun, berdasarkan keterangan sejumlah warga, tempat kost tersebut seperti sudah dikondisikan sebelum petugas datang. Sehingga, tidak ada pelanggan tetap atau ladies yang biasa menyediakan jasa diamankan petugas.

“Sekitar jam tujuh malam, saya lihat ada keramaian di kost sebelah. Tapi anehnya, tempat itu malah sepi, padahal biasanya ramai di jam-jam segitu. Mungkin sudah tahu bakal ada razia,” kata Kamboja (nama samaran), warga yang tinggal sekitar 50 meter dari lokasi kost berinisial ST.

Kamboja menduga, pihak pengelola kost sudah terlebih dahulu menyuruh para penghuni atau tamu untuk meninggalkan tempat tersebut sebelum razia berlangsung. Hal senada juga disampaikan oleh Anggrek (nama samaran), seorang perempuan yang mengaku cukup mengenal lingkungan di sekitar tempat kost tersebut.

“Sepertinya memang sudah dikondisikan. Ada informasi agar tamu-tamu lama dan ladies-ladiesnya diminta pulang duluan sebelum waktu malam. Jadi waktu dirazia, yang kena mungkin orang-orang baru,” ujarnya singkat.

Anggrek juga menyebut, tempat kost tersebut bukan satu-satunya. Menurut dia, pengelola juga memiliki cabang lain di kawasan Sambong, tak jauh dari halte bus.

“Sebenarnya tidak di situ saja, ada di tikungan Sambong tepatnya depan halte juga ada cabangnya dengan nama kost yang sama. Saya takut yang mau mengungkap semuanya, mungkin bisa dicek sendiri,” tandas perempuan yang tak jarang mengunjungi kost tersebut.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Penegakan Perundang-undangan Daerah Satpol PP Jombang, Mohammad Supakun, membenarkan adanya razia di lokasi tersebut. Dalam operasi itu, petugas mengamankan empat pasangan bukan suami istri.

“Benar, tadi kami lakukan giat razia dan mendapati empat pasangan. Mereka langsung kami bawa untuk diproses lebih lanjut, 1 pasangan warga mojokerto, 1 pasangan warga kecamatan Diwek dan 1 pasangan warga kecamatan kesamben, Serta 1 pasangan warga kecamatan Peterongan. Kesemuanya adalah pacaran. Usia rata rata 20 tahun dan saat masing masing keluarganya kami panggil atau kami datangkn ke kantor Satpol PP ternyata antar keluarga sudah saling mengenal. Oleh karena itu malam itu juga kami kembalikan kepada orang tua/keluarganya untuk dilakukan pembinaan atau bermusyawarah tentang kelanjutan hubungan mereka,” Ujarnya Kepada SeputarJombang.com

Masih lanjut Supakun, Untuk pemilik tempat belum diamankan, sementara yang berhasil diamankan hanya penjaganya saja. Karena pemiliknya belum bisa dihubungi.

“Tadi malam yang kita amankan adalah penjaganya, sementara pemilik usaha atau pengelola belum bisa dihubungi oleh pejaganya. Selanjutnya kami akan berkordinasi dengan OPD terkait seperti Pemerintah Desa dan Camat Peterongan serta DPMPTSP dan Bapenda untuk tindakan lebih lanjut keberadaan penginapan tersebut,” pungkasnya

Diberitakan sebelumnya bahwa, rumah kost di sejumlah wilayah Kabupaten Jombang, Jawa Timur, kembali jadi omongan warga. Tak terkecuali seperti sebuah rumah kost yang bertuliskan “ST” di wilayah Kecamatan Peterongan, Jombang.

Salah satu wanita yang enggan disebut namanya, merupakan salah satu langganan sewa kost di tempat tersebut. Ia mengaku merupakan seorang ibu yang nekat melakukan pekerjaan gelap itu, untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

“Tiap sore sampai malam ke sini. Ya gitu, demi menghidupi bersama anak di rumah. Saya narif 250 sampai 350 sekali kencan. Saya rasa di sini sudah aman,” singkatnya. (*)

Penulis : Dandy Angga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *