Sarasehan Bersama Ibu-ibu PKK, Wiwin Sumrambah Tekankan Pentingnya Ngaji Budaya

Tampak Wiwin Sumrambah, Anggota Komisi B DPRD Jatim saat sambutan. (Foto: SeputarJombang.com / Dandy Angga).

BARENG,SeputarJombang.com – Wiwin Sumrambah, Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur menekankan pentingnya ngaji budaya dalam menghadapi era globalisasi ini. Hal itu disampaikannya pada pagelaran serasehan kebudayaan di Bale Tani, Bareng, Jombang pada Minggu (11/05/2025) siang.

“Ngaji budaya itu sangat penting untuk mengahadapi era modern ini. Ngaji itu kan artinya belajar. Jadi mari belajar sekaligus mempraktikkan budaya-budaya yang baik di lingkungan kita,” ujar Wiwin dalam sambutannya di sarasehan yang bertajuk “Penguatan Solidaritas Masyarakat Melalui Ngaji Budaya Tradisional” ini.

Terdapat ratusan peserta dari acara sarasehan ini, mulai dari ibu-ibu PKK desa hingga posyandu. Mereka cukup antusias dalam menghadiri hingga menyerap ilmu dan menyampaikan aspirasi di kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah semangatnya ibu-ibu PKK ini luar biasa. Mari kita bersama-sama untuk menjaga budaya tradisional, tetap dikenalkan dan dilestarikan. Mulai dari kita sendiri sebagai orang tua terhadap keluarga. Baru kemudian budaya sosialnya terhadap tetangga dan teman-teman lainnya,” katanya.

Dengan itu dipastikan Wiwin akan berdampak baik terhadap karakter anak, baik di lingkungan sekitar maupun di ruang lingkup pendidikan. Sehingga dengan adanya Ngaji Budaya itu, Wiwin berharap ibu-ibu PKK akan lebih berdaya dalam segala halnya.

“Kenakalan remaja di lingkungan pendidikan banyak yang terpengaruh dari budaya luar. Maka dari itu dengan ini kita mulai perbaiki untuk menciptakan budaya yang baik. Apalagi ibu-ibu PKK, saya berharap kedepannya akan jadi perempuan yang berdaya dalam segala halnya,” pungkasnya.

Senada dengan yang disampaikan Dodit Eko Prasetyo, Anggota DPRD Jombang dari kader banteng. Di lokasi sarasehan ini, ia juga menyinggung terkait situasi publik di Kabupaten Jombang yang akhir-akhir ini digemparkan dengan tingginya angka kriminalitas.

“Akhir-akhir ini Jombang sepertinya sudah tidak pantas lagi dijuluki kota santri, soalnya melihatnya sudah cukup ngeri. Kriminalitas tinggi, salah satunya kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak. Nah hal ini mungkin dari kebiasaan atau budaya yang tidak baik dari lingkungan yang tidak mendukung. Maka benar mari kembali menggelorakan berbudaya dengan baik seperti yang sudah disampaikan Mbak Wiwin,” singkat Dodit memungkasi.(*)

Penulis : Dandy Angga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *