JOMBANG,SeputarJombang– Musim hajatan pasca-Lebaran membawa berkah tersendiri bagi perajin mahar pernikahan di Jombang. Anang Kiswoyo (40), warga Desa Sambong Dukuh, Kecamatan/Kabupaten Jombang, menjadi salah satu yang turut merasakan lonjakan pesanan sejak awal bulan Syawal.
Menggeluti usaha kerajinan mahar sejak 2021, Anang kini kewalahan memenuhi permintaan. Dalam sehari, ia bisa menyelesaikan hingga lima set mahar siap kirim dan lebih dari 20 set bahan mahar. Jumlah ini naik drastis dibanding bulan biasa.
“Kalau hari-hari biasa paling satu atau dua pesanan. Tapi sekarang bisa empat sampai lima mahar jadi per hari,” ujar Anang saat ditemui ditempat produksinya pada Minggu (20/04/2025) siang.
Mahar yang dibuat Anang bukan sekadar bingkisan uang. Ia merancang desain sesuai permintaan pelanggan, menggunakan bahan dasar akrilik atau tripleks. Setelah melalui proses pemotongan dengan mesin ukir, bahan dirakit dan dihias dengan bunga, ornamen mini, serta lampu agar tampil menarik dan estetik.
Harga mahar bervariasi, mulai dari Rp500 ribu hingga Rp800 ribu, tergantung ukuran dan tingkat kerumitan desain. Meski berlokasi di Jombang, pemesannya datang dari berbagai daerah, seperti Kediri dan Mojokerto.
Lonjakan permintaan ini turut mendongkrak omzet usaha Anang. “Per bulan sekarang bisa tembus Rp25 juta sampai Rp30 juta,” ungkap bapak dua anak tersebut.
Salah satu pelanggan, Maya Nofita Anggraini, mengaku puas dengan hasil kerajinan Anang. Ia memesan mahar setelah mendapat rekomendasi dari teman.
“Dari teman-teman banyak yang bilang bagus. Pas saya lihat sendiri, ternyata memang rapi dan sesuai keinginan,” kata Maya saat mengambil pesanannya.(*)
Editor : Dandy Angga












